Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Merawat dan Melatih Ayam Aduan. Sebelum merawat dan melatih Ayam Aduan, kita harus memahami dulu prinsip dasar dan tujuan melatih/merawat ayam aduan. Perawatan dan latihan bertujuan untuk meningkatkan kualitas Otot, Stamina dan Tenaga
Sebelum merawat dan melatih Ayam Aduan, kita harus memahami dulu prinsip dasar dan tujuan melatih/merawat ayam aduan. Perawatan dan latihan bertujuan untuk meningkatkan kualitas Otot, Stamina dan Tenaga. Ketika ayam kinerjanya turun, kita harus bisa menganalisa apa yang kurang, Apa yang perlu dibenahi. Apakah otot, stamina, tenaga, atau gabungan dari 2 atau 3 faktor tersebut.
Stamina
Daya tahan tubuh untuk bekerja dalam durasi yang maksimal. Dalam bahasa perayaman lebih dikenali dengan istilah ‘nafas’. Ciri-ciri ayam Aduan yang kurang stamina yang paling jelas terlihat adalah nafas ayam yang ngap-ngapan atau ngos-ngosan meski sudah diairi dengan betul walau dalam waktu tarung yang singkat. Bagian dada membengkak agak keras. Stamina bisa ditingkatkan hanya dengan jalan latihan yang rutin dan benar. Cara latihnya seperti Kliter, renang, umbar, gebrak bungkus patuk, jantur, dan lain-lain. Semakin sering ayam dilatih, maka semakin terbiasa bekerja keras (punya stamina).
Tenaga
Power atau energi yang mampu membuat otot bekerja. Ciri-ciri ayam aduan yang kurang tenaga, Power pukulan tidak maksimal, Kaki terlihat berat memukul, Kuda-kuda lemah. Banyak yg salah kaprah bahwa tenaga disebabkan karena kurang latihan. Padahal dengan latihan tenaga akan terkuras dan ayam lelah. Semakin dilatih, ayam akan semakin terkuras tenaganya. Jadi kalau ayam kita kurang tenaga, sebaiknya jangan digebrak dulu. Tenaga bisa didapat dari Makanan yang bergizi, suplement/jamu dan istirahat yang cukup. Pakan sumber energi/tenaga adalah makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan glukosa.
Otot
Jaringan dalam tubuh yang bertugas membuat kontraksi untuk menggerakan anggota tubuh. Ciri-ciri ayam aduan yang belum berotot, Pukulan ngawur, terlihat asal memukul tidak tepat sasaran. Langkah terseok-seok karena kuda-kuda lemah, Sayap lunglai atau turun kebawah. Stamina dan tenaga bisa dikejar dengan latihan dan rawatan yang maksimal (campur tangan manusia). Tapi pertumbuhan otot berlangsung secara alami. Itulah sebabnya, ayam muda akan kalah berotot dibanding ayam yg sudah berumur. Ayam tumbuh besar s/d usia 10 bulan. Sebelum usia 10 bulan, otot tidak berkembang maksimal karena asupan makanan di fokuskan utk pertumbuhan tubuh secara umum. Ayam yang dipaksakan pertumbuhan ototnya sebelum cukup usia, akan terlihat kerdil karena pertumbuhannya terhambat. yang harus dilakukan untuk ayam-ayam muda atau lancuran adalah melatih dan membentuk ototnya secara bertahap sesuai usianya. Untuk memaksimalkan pertumbuhan otot, ayam harus dilatih seperti halnya membentuk stamina. Selain itu ayam harus diberi asupan protein untuk bahan pembentukan ototnya.
Sebagai contoh, ayam yang terus menerus dilatih, pasti akan kekurangan tenaga ketika di abar/di adu. Untuk itu, setelah dilatih, ayam harus diberi makan, suplement/vitamin dan istirahat yang cukup untuk memulihkan tenaganya. Jangan lupa diberi extra fooding tinggi protein supaya otot bisa berkembang maksimal. Mengenai cara latihnya, setiap perawat memiliki resep masing-masing. Semua benar dan baik, yang paling penting kita harus tau prinsip-prinsip dasarnya.
